SERTIFIKAT PUASA?


Oleh M Mufti AW Pulungan

Lazimnya seseorang yang berzakat, berinfak dan berwakaf memperoleh tanda terima dan penghargaan. Wujudnya bisa surat, kwitansi dan bahkan sertifikat (piagam). Tanda terima itu ditulis/diterbitkan oleh lembaga amil zakat infak dan sedekah (LAZ, LAZIS, UPZ, BAZIS atau dewan nazir untuk wakaf.

Sekarang sertifikat/kwitansi zakat ada gunanya lho sebagai dokumen penunjang untuk (mengajukan) pengurangan (penghasilan kena) pajak bagi sang muzakki wajib pajak.

Sejak lama kita juga mendengar istilah sertifikat haji bagi almarhum/almarhumah orang tua, suami/istri yang pelaksanaan hajinya dibadalkan. Caranya ahli waris (keluarga) menitipkan sejumlah uang dan mempercayakan kepada seseorang di Tanah Suci. Belakangan saya baru tau ternyata di sana terdapat semacam organisasi untuk itu. Seusai amanat dilaksanakan dibuatkan sertifikat lengkap dengan identitas orang yang dibadalkan, orang/petugas yang membadalkan dan bahkan juga nama, tanda tangan serta stempel organisasi penerima amanat. Sertifikat lalu dititipkan kepada kerabat yang tahun itu menunaikan ibadah haji untuk disampaikan kepada keluarga/ahli waris almarhum.

Catatan: Orang yang membadalkan haji haruslah yang sudah pernah berhaji untuk diri sendiri.

Badal haji juga dapat (dan lebih afdhal) dilakukan oleh ahli waris.

Dengar-dengar, saat ini “badal haji” juga sudah menjadi ladang bisnis/komersial. Honorarium pelaksananya pun bertarif dan semakin “wah”.

Sebaliknya, jika seseorang berhaji untuk diri sendiri atau membadalkan orang tuanya, maka justru tidak memperoleh sertifikat. Oh ya, mungkinkah diusulkan kepada pemerintah Saudi Arabia, Kemenag RI, KBIHU dan/atau “Travel” untuk menerbitkan sertifikat dimaksud? Ah, iseng amat usulan ini ya…

Nah, ini yang pengin saya tulis di sini. Perlukah (bisakah) diterbitkan sertifikat puasa?

Sekadar certificate of attendance atau completion mungkin bisa. Tapi certificate of competency-nya? Mustahil rasanya.

Takwa sebagai outcome puasa itu “Adanya di sini –sambil menunjuk ke arah dada (dalam hati),” sabda Rasulullah SAW. Takwa juga merupakan never ending process dan bersifat lifelong.

Dalam hal ini parameter dan indikator kemakbulan puasa seseorang sama dengan kemabruran hajinya. Terutama peningkatan keshalihan kolektif sosialnya dalam tataran habl min al-nās.

Pada ranah ini jika diperlukan bukti “hitam di atas putih” yang berlaku ialah kesaksian (syahādah) atau surat rekomendasi (tazkiyah. Bukan taushiyah lho ya). Syahādah atau tazkiyah lazimnya ditulis oleh seorang tokoh yang well known (syakhshiyah ma’ruf) atau atasan langsung yang (diharapkan) benar-benar mengetahui perilaku (akhlak) sehari-hari seseorang yang hendak mendaftar kuliah misalnya.

Adapun sertifikasi kompetensi berlaku pada ranah vokasi, profesi, penguasaan teknis, pedagogik dan sejenisnya.

Sedangkan pencapaian ilmiah dan kualifikasi akademik dibuktikan dengan ijazah dari lembaga pendidikan (tinggi) yang terakreditasi.

Lebih daripada itu, Allāh SWT melalui lisan Nabi-Nya (dalam hadits qudsi) berfirman: “Setiap amal ibadah anak Adam (manusia) adalah baginya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan hanya Aku sajalah yang berhak menilai dan memberikan penghargaan/pahala atasnya.

Sebegitu tinggi kedudukan dan istimewanya ibadah puasa.

Kompetensi puasa pun bertingkat-tingkat: excellent (mumtaz, cumlaude); very good; good; dan bahkan sekadar enough.

Imam Al-Ghazali mengklasifikannya menjadi: puasanya orang khawash al-khawash (paling tinggi derajatnya); khawash; dan awam (paling rendah).

Bagaimana pun, doa kita adalah “Semoga Allāh SWT menerima puasa kita”, dan tentu segala amal ibadah lainnya. Semoga puasa kita Ramadhan tahun yang akan datang –insyāallāh– lebih baik lagi kualitasnya. Āmīn.

Wallāhu a’lamu bi al-shawāb.

Kota Bekasi, Jum’at, 2 Syawal 1442 H./14 Mei 2021 M.

M. Mufti AW Pulungan
Penulis adalah seorang muballigh dan pengurus Yayasan Pendidikan Al-Ihsan Indonesia (YPAI)

2 thoughts on “SERTIFIKAT PUASA?

  1. Mevcut dağılım, ilgili alanların eczacılık lisans eğitimindeki ağırlıkları dikkate alınarak düzenlenmiş.
    10. Page 11. Testin Adı. Alanlar. Soru Sayısı.
    %.

  2. Last spring my Mom was killed in a car accident. I came home from
    college at the end of the semester to help my Step-Dad pack up her things and
    we spent a lot of time talking about my Mom. One night we decided to open a bottle of her favorite wine to toast
    her memory, and before I knew it my Step-Dad
    and I were making love on the living room floor.

Leave a Reply

Your email address will not be published.