MERASAKAN RAMADHAN DI KANADA

HAMILTON – KANADA. Sebagian besar Muslim di dunia telah menjalankan ibadah puasa pada Selasa (13/4/2021). Meski berawal serentak pada tanggal yang sama, suasana berpuasa hampir sama karena masih pandemik.

Indonesia cukup beruntung dengan waktu berpuasa selama 13 jam. Di wilayah lain, waktu berpuasa bisa mencapai 19 bahkan 20 jam, seperti di Edmonton, wilayah bagian utara Kanada.

Jika muslim di Makkah, Arab Saudi, mereka berpuasa selama 14 jam, di Kanada, komunitas muslim berpuasa selama 16,5 jam. Di bagian utara Kanada justru bisa berpuasa selama 19 jam saat matahari lebih sering berada di utara menyinari bumi. Akibatnya siang lebih lama dari malam. Sementara muslim di Australia berpuasa dengan waktu cukup pendek, yakni selama 11 jam.

Selain harus berpuasa selama 16,5 jam, muslim di Hamilton juga menghadapi kendala cuaca yang saat ini masih musim dingin disertai angin kencang. Ini yang membuat masyarakat tidak leluasa untuk keluar dari apartemen.

Meski cukup berat, sebagian besar dari mereka terbiasa dengan kondisi ini. Orang-orang setempat pun masih tetap olahraga di luar rumah dan di tempat terbuka. Karena mereka sudah terbiasa.

Seorang mahasiswa asal Indonesia, Ugi Kurnia Gusti, yang sedang studi program Doktor di McMaster University, Hamilton, Ontario, Kanada, mengatakan bahwa cuaca memang menjadi tantangan terbesar. Awal Ramadhan cuaca dingin dan bersalju. Sehingga tidak mungkin keluar rumah. Saat ini, walau sudah tidak bersalju, tapi angin masih menerpa wilayah Kanada sehingga membuat udara di luar tetap terasa dingin, apalagi untuk ukuran orang dari Indonesia. Cuaca di Hamilton saat ini kisaran antara 5 – 11, masih sangat dingin untuk kulit orang Indonesia yang biasa tropis.

Kota Hamilton berjarak sekitar 68 kilometer dari Toronto, yang bisa ditempuh selama 50 menit dengan kendaraan mobil pribadi. Toronto lebih ramai dibanding dengan Hamilton. Di Toronto juga terdapat kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia, sehingga lebih mudah ketemu dengan warga Indonesia di Toronto. Hamilton lebih sepi dari kerumunan orang Indonesia. Tahun ini tidak ada mahasiswa yang kuliah di Hamilton University, khususnya di McMaster University.

Ada sejumlah masjid di Hamilton biasanya digunakan untuk kegiatan keislaman selama Ramadhan. Yaitu Masjid Hamilton Kota, Masjid Halton, Masjid Makki, Masjid Noor-Ul-Haram, Al Falah Islamic Centre, Masjid Waterloo, Al-Huda Islamic Centre of Canada, ISNA Canada, Masjid Al-Ihsan & Dar Centre, dan Masjid Asosiasi Muslim Kanada di Toronto.

Kanada saat ini juga masih menghadapi masa sulit setelah wabah Corona melanda di seluruh negeri. Ini membuat komunitas muslim cukup sulit untuk beribadah ke masjid dan memanfaatkan bulan penuh berkah ini. Masjid-masjid masih ditutup untuk kegiatan umum, termasuk sholat lima waktu, tarawih maupun iktikaf di masjid. Pengurus masjid masih menghindari adanya kerumunan yang khawatir tidak terkendali karena antusiasme orang-orang muslim untuk beribadah.

Padahal, kehadiran bulan Ramadhan ini ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam di Kanada. Mereka sedih dan prihatin, karena dengan adanya pandemi ini umat Islam tidak bisa menunaikan shalat berjamaah di masjid-masjid yang banyak bertebaran di daerah Toronto, termasuk di sekitar kampus McMaster.

Moga-moga pandemi tahun ini segera sirna dan semua kita bisa melaksanakan ibadah dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.