Maulid Nabi Bertepatan dengan HUT RI, Dua Momentum Bertemu di Lebak

LEBAK— Ada yang berbeda di Desa Cibeureum, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, pada 17 Agustus tahun ini. Di tengah suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari yang sama.

Peringatan Maulid digelar pada pagi hari dan dihadiri perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat Desa Cibeureum. KH Kurtubi dari Gunung Kencana hadir sebagai penceramah dalam acara tersebut.

Suasana Maulid Nabi

Dua momentum yang berlangsung bersamaan itu membuat 17 Agustus tidak hanya menjadi hari untuk mengenang kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW.

“Karena acara Maulid kali ini dilaksanakan tepat pada hari kemerdekaan di pagi hari, kepala desa berhalangan hadir karena mengikuti upacara di kecamatan. Saya diamanahkan untuk memberikan sambutan di sini,” ujar Hamzah.

Dalam sambutannya, Hamzah tidak hanya menyampaikan pesan mengenai kehidupan bermasyarakat, tetapi juga mengingatkan warga, terutama para pemuda, mengenai bahaya judi online yang dapat berdampak pada kehidupan keluarga.

“Bapak, ibu, para pemuda, dan seluruh masyarakat, kami mengimbau untuk menjauhi judi online. Dampaknya tidak hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada keluarga,” katanya.

Sementara itu, KH Kurtubi mengajak masyarakat untuk menjaga silaturahmi dan menyayangi anak yatim. Dalam ceramahnya, ia mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran, perjalanan hijrah, hingga wafatnya Rasulullah SAW.

Pesan tersebut menjadi bagian dari peringatan Maulid yang tidak hanya mengenang kelahiran Nabi, tetapi juga mengajak masyarakat mengambil teladan dari kehidupan Rasulullah SAW.

Semarak Kemerdekaan Bersama Mahasiswa KKN

Suasana peringatan 17 Agustus di Desa Cibeureum kemudian berlanjut dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama warga menggelar sejumlah perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Suasana perlombaan

Anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian dalam perlombaan seperti makan kerupuk, pukul air, balap karung, panjat pinang, dan karaoke.

Mahasiswa KKN, Tory Sudrajat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara mahasiswa untuk ikut merayakan kemerdekaan sekaligus membangun kebersamaan dengan masyarakat.

“Kami ingin memeriahkan kemerdekaan dengan kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan pemuda. Selain mengenang perjuangan para pahlawan, kegiatan ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat Desa Cibeureum,” ujar Tory.

Bagi masyarakat Cibeureum, 17 Agustus tahun ini menjadi momentum dengan dua wajah. Semangat kemerdekaan hadir melalui berbagai perlombaan, sementara peringatan Maulid menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW.