Serah Terima Mahasiswa Kukerta SMH UIN

Kamis 16 Juli 2026 Pemerintah Kecamatan Cijaku secara resmi menerima kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN/Kukerta) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Acara penerimaan ini menjadi momentum penting untuk menyinergikan program akademis mahasiswa dengan pembangunan potensi lokal di wilayah Kecamatan Cijaku.

Acara ini dihadiri oleh Cece Saputra selaku Camat Cijaku dan seluruh mahasiswa uin smh banten

Dalam pelaksanaan KKN tahun ini, para mahasiswa tersebar di lima desa yang ada di wilayah Kecamatan Cijaku, yaitu Desa Cibeureum, Cijaku, Cimenga, Kandangsapi, dan Kapunduhan.

Hamdan, selaku perwakilan dari mahasiswa Kukerta UIN SMH Banten, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari pihak kecamatan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Cijaku adalah untuk belajar sekaligus mengabdi dengan berpegang teguh pada esensi KKN yang sebenarnya.

“Kami izin bertamu ke Kecamatan Cijaku untuk melaksanakan KKN. Kehadiran kami di sini ingin berjalan sesuai dengan esensi KKN yang sesungguhnya, yaitu hadir untuk menjawab problem atau permasalahan yang ada di tengah masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa,” ujar Hamdan.

Selain berfokus pada program kerja, Hamdan juga mengingatkan rekan-rekan sesama mahasiswa untuk selalu mawas diri dan menghormati nilai-nilai kebudayaan setempat selama masa pengabdian.

“Sebagai tamu, tentu kita harus tetap menjaga adab dengan baik. Kita harus senantiasa menerapkan prinsip ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Ke mana pun kita melangkah di desa-desa ini, adat istiadat dan norma masyarakat lokal wajib kita hormati,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Kecamatan Cijaku, Cece Saputra, menyambut baik antusiasme para mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menyemangati peserta KKN agar melepas segala gengsi selama berbaur dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, dunia perkuliahan tidak hanya soal mengejar gelar akademis semata, melainkan wadah nyata untuk mengasih ilmu yang bermanfaat bagi sesama.

“Ketika terjun ke masyarakat, jangan gengsi dan jangan malu. Menuntut ilmu itu kewajiban setiap Muslim, dan posisi atau jabatan setelah lulus nanti adalah bonus. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu tersebut bisa memberikan dampak nyata,” pesan Cece di hadapan para mahasiswa.

Ia juga menambahkan bahwa waktu KKN yang berkisar 40 hari memang relatif singkat untuk mengubah seluruh pola pikir masyarakat secara instan. Namun, dengan sinergi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan warisan program kerja (legacy) bermanfaat yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh warga setempat.

Sebagai penutup arahannya, Camat Cijaku menegaskan bahwa pihak pemerintah kecamatan membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya demi mendukung kelancaran dan keamanan mahasiswa di lapangan. Kendati demikian, ia juga mengingatkan agar para mahasiswa bisa bersikap mandiri dan dewasa selama menetap di desa.

“Kalau ada apa-apa, silakan hubungi kami, pintu komunikasi terbuka 24 jam. Namun yang paling penting adalah menjaga diri masing-masing. Bagaimanapun, kami tidak bisa setiap hari atau setiap detik mendampingi Anda di lokasi,” pungkas Cece sekaligus menutup sambutan penerimaan mahasiswa Kukerta tersebut.