Berharap Diaspora Banten Jadi Penggerak Perubahan
Jakarta, AnyerGlobe.com – “Diaspora Banten bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah jiwa-jiwa yang membawa semangat persaudaraan, kecerdasan, dan kerinduan untuk melihat tanah kelahirannya maju.”
Hal itu dikatakan Gubernur Banten Andra Soni dalam acara “Kumpul Jeung Dulur Sinergi Diaspora Banten” pada Sabtu (28/3/2026) di di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta. Acara yang di inisiasi Salakanagara Institute (SI) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Banten antara lain Menteri Transmgrasi Iftitah Sulaeman, Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily, para akademisi asal Banten seperti Prof. Dodi Nandika ( Besar IPB University, eks Sekjen Kemndikbud), Prof. Asep Saefudin Jahar (Rektor UIN Jakarta) Prof. Lili Romli (peneliti senior BRIN) Prof. Soeganda Priyatna (UNPAD, tokoh perburuhan), para profesional di berbagai bidang (antara lain Dr. Mukhlis Yusuf, executive coach dan eks dirut LKBN Antara, Suryana Sudrajat, wartawan senior, pemimpin redaksi Panji Masyarakat), pimpinan DPRD (antara lain Fahmi Hakim, Ketua DPRD Banten), pimpinan daerah kabupatn/kota (antara lain Wali Kota Cilegon Robinsar), dan sejumlah diaspora asal Banten dari berbagai negara yang hadir secara daring.
Pada kesempatan itu, Andra Soni mengajak Diaspora Banten menjadi kekuatan utama dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan sosial ekonomi daerah. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Menurut dia , diaspora bukan sekadar warga Banten yang tinggal di luar daerah atau luar negeri. Lebih dari itu, diaspora adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekuatan kolektif Banten.
Andra Soni menegaskan, di berbagai wilayah, putra-putri Banten telah membuktikan kapasitasnya, mulai dari menjadi profesor hingga berkiprah di kampus dan institusi besar bahkan mengabdi untuk bangsa dan negara. Gubernur menilai silaturahmi seperti Kumpul Jeung Dulur memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai ajang temu kangen, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi. “Silaturahmi adalah teknologi sosial terkuat yang kita miliki. Dari sini lahir transfer ilmu, kolaborasi ide, dan penguatan ekonomi,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan global dan keterbatasan fiskal daerah, Andra Soni mengakui pembangunan tidak berjalan mudah. Konflik global, tekanan ekonomi, hingga dampak kemarau panjang menjadi tantangan nyata yang dihadapi Banten. Namun demikian, ia menegaskan optimisme harus tetap dijaga. “Kita harus jujur bahwa ruang fiskal terbatas. Tapi optimisme tidak boleh padam. Kita harus terus membangun,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan tidak selalu identik dengan hal-hal besar, melainkan bagaimana memperkuat ketahanan pangan, memastikan bantuan tepat sasaran, dan menjaga kerukunan masyarakat. Andra Soni juga menyoroti berbagai langkah kolaboratif yang telah dilakukan tanpa bergantung penuh pada APBD. Selain itu, ia menyampaikan kisah inspiratif sejumlah anak Banten yang berhasil menembus perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. “Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Andra Soni mengajak diaspora mengambil peran konkret dalam pembangunan daerah, mulai dari menjadi duta promosi, mentor bagi generasi muda, hingga mitra strategis investasi. “Jarak boleh memisahkan kita, tapi cinta pada Banten akan selalu mempersatukan kita. Mari kita pastikan tidak ada lagi mimpi anak Banten yang terkubur karena kemiskinan,” ujar Andra Soni.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas Dr. Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya pembangunan Banten melalui peningkatan kualitas SDM, pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan potensi ekonomi Banten, iklim ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, dan mengurangi disparitas antara Selatan dan utara Banten. Selain itu, politisi Golkar asal Labuan, Banten, ini menyatakan pentingnya pembangunan infrastruktur di Banten sebagai jalan menuju peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di wilayah selatan.
Dalam catatan tertulisnya yang diterima Anyer Globe, Prof. Soeganda Priyatna mengajak semua komponen masyarakat untuk untuk mewujudkan semua data dan cita Gubernur yang dipaparkan pada keempatan itu menjadi fakta di lapangan bukan sekedar cita-cita. Dan untuk Gubernur Banten dia berpesan, “Buka mata, telinga untuk mau mendengar suara para dulur akademisi, profesi dan rakyat jelata. Kalau Gubernur sibuk buat tim yang tugasnya mendengar rakyat bicara dan teruskan kepada Gubernur tanpa ABS.”

Di akhir acara, sebelum diputarkan video pendek berisi pesan Tryana Sjam’un, salah seorang pendiri Provinsi Banten yang juga inisiator dan pendiri SI, Ketua Umum SI Dr. Saefudin menyampaikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
- Banten telah mencapai berbagai pembangunan baik itu infrastruktur, bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi dan investasi dan menjadi kekuatan ekonomi ke-7 di Indonesia.
- Perlu sinergi tiga pilar diaspora Banten, mentor, mitra strategi, dan duta diaspora (Banten Scholar Mentorship) dengan menjembatani talenta Banten terhadap gap informasi, potensi dan aktivitas network diaspora. Banten memiliki karakter Jawara tangguh tidak menyerah dengan keadaan tak lagi mimpi, yang terkubur karena kemiskinan, jiwa kesadaran dan ada kerinduan untuk Banten.
- Banten memiliki potensi besar untuk berkembang maju, berupa bonus demografi, daerah industri, memiliki Selat Sunda, bandara, perkebunan dan pertanian.
- Arah pembangunan Indonesia sesuai dengan Asta Cita Presiden yaitu menuju Indonesia Emas, dengan penguatan ideologi, hilirisasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan iar, dengan tekoneksi serang- panimbang dengan menyiapkan tata ruang yang baru.
- Perlu reaktivasi jalur kereta dari Labuan sampai ke Rangkasbitung, kalau ini terkoneksi jadi penguatan rantai pasok, efisiensi transportasi masyarakat dan percepatan pembangunan wilayah.
- Kopnsep Transmigrasi sekarang tidak lagi memindahkan penduduk dari suatu daerah tetapi membangun kawasan ekonomi baru, ada lahan, industri, sekolah, pasar dengan membangun kawasan ekonomi baru.
- Peran diaspora sebagai role model untuk bisa akses ke dunia global, sinergi pemerintah kabupaten kota seperti dari Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kab. Serang, dalam menyiapkan beasiswa untuk peningkatan SDM ke bebrapa perguruan tinggi terbaik dan berkualitas di Indonesia.
- Salah satu indikator negara maju adalah adanya industri baja dan industri Kimia, dan keduanya sda di Banten, Banten juga menjadi wilayah pembangunan ekonomi kreatif, ke depan berharaop menjadi provinsi yang unggul dan maju.
Selamat, dan semoga kegiatan yang oleh pengamat sosial bufata, Fachry Ali, disebut sangat bagus di laman FB Ace Hasan Sadzily itu, memberi semangat dan inspirasi terutama bagi generasi muda Banten untuk melangkah maju membangun kampung halaman mereka. Ingat dan back to Banten, di mana pun kini berada.

